Rabu, 30 Desember 2009

Juventus 1995 - 1998 KEMENANGAN LIPPI

1995, Debut Lippi

Musim panas 1994, Marcelo Lippi ditunjuk sebagai manajer baru Juventus. Ferrara, Paulo Sousa dan Deschamps merupakan wajah baru tim sedangkan Del Piero dipromosikan dari tim junior. Musim dimulai dengan cukup baik, dimulai dengan hasil imbang dan 2 kemenangan atas Bari dan Napoli. Lalu kemenangan dalam pertandingan yang cukup alot melawan Sampdoria lewat gol tunggal Di Livio. Juve mengakhiri paruh pertama musim dengan memimpin klasemen. Di paruh kedua, keadaan menjadi lebih baik bagi tim, dengan kemenangan tandang atas Sampdoria dan AC Milan, Juve terlihat akan memenangi liga dengan mudah. Namun, hal itu menjadi berantakan akibat tiga kekalahan beruntun yang membuat Parma berhasil menguntit ketat. Walau begitu, Juve berhasil lolos dari kejaran Parma saat keduanya bertemu di Delle Alpi dan Juventus meraih kemenangan mutlak 4-0 sekaligus memastikan gelar juara. Parma terbukti menjadi lawan tangguh saat itu dimana keduanya kembali bertemu di final Piala UEFA. Saat itu giliran Juventus yang harus menyerah. Juventus membalas di Piala Italia saat Vialli dkk. mengalahkan Parma di pertemuan mereka yang ke-2 di final.

Musim berikutnya, Juventus harus kehilangan Kohler yang kembali ke Jerman dan menggantikannya dengan bek berumur namun penuh pengalaman, Vierchowood. Kali ini mereka berkonsentrasi di kompetis domestik dan Eropa. Hal ini membuat perjalanan mereka di liga agak tersendat. Dan, setelah imbang 1-1 dengan AC Milan, mereka memutuskan untuk berkonsentrasi penuh di Liga Champions. Setelah menyingkirkan Madrid di perempatfinal dan Nantes di semifinal, mereka berjumpa Ajax pada 22 Mei 1996. Di pertandingan tersebut, kedua tim yang bermain imbang 1-1 selama 120 menit, hasil akhir harus ditentukan dengan duel adu penalty. Juventus menang 4-2 dan berhasil mengangkat trofi Liga Champions yang mereka idamkan. Setelahnya, mereka berhasil menambah trofi setelah merebut Piala Super Italia di bulan Januari, saat mengandaskan Parma 1-0 di Delle Alpi.


1997, Dari Boksic ke Vieri

Musim panas 1996 membawa beberapa perubahan bagi Juventus. Vialli dan Ravanelli pergi, dan Boksic, Vieri dan Amoruso menggantikan posisi mereka. 2 pembelian penting ada di posisi bek dan gelandang serang melalui Montero dan Zidane. Di musim ini, Juve berhasil meraih Piala Interkontinental di Tokyo, setelah gol tunggal Del Piero berhasil menyudahi perlawanan wakil Argentina, River Plate. Trofi bertambah setelah Juve meraih Piala Super Eropa saat membungkam wakil Prancis, Paris St. Germain. Kembali ke liga, dengan diwarnai kemengana sensasional 6-1 atas AC Milan, mereka kembali meraih scudetto setelah hasil imbang lawan Parma di Delle Alpi. Sayangnya, hasil ini tidak diikuti di Liga Champions dimana mereka kalah di final yang berlangsung di Munich oleh wakil Jerman Borussia Dortmund yang diperkuat mantan pemain mereka, Moeller dan Paulo Sousa.


1998, Del Piero dan Inzaghi: lumbung gol Juve

Pippo Inzaghi dan Edgar Davids merupakan pemain anyar Juventus di musim ’97-’98. Rival terberat mereka saat itu ialah Inter Milan yang diperkuat pemain terbaik dunia, Ronaldo. Hasil penentu terjadi saat lima kemenangan beruntun, dan hasil positif lawan AC Milan (4-1) dan gol semata wayang Del Piero dari titik putih saat lawan Inter membuat mereka secara matematis memenangi scudetto dua pekan sebelum musim berakhir. Sementara kejadian musim lalu terulang di Liga Champions saat mereka takluk dengan skor tipis 0-1 dari Real Madrid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar